SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaSains & TeknologiTeknologi & PendidikanE-Teknologi IndonesiaTeknologi Pendidikan Indonesia
Halaman UtamaArtikel-Artikel KomputerArtikel-Artikel InternetInformation TechnologyE-Majalah Online
 HOME/Situs Berita Kita
 DBase Teknologi & Blog
 Berita dan Artikel Anda
 Info Teknologi Baru
 Mengenai E-Majalah
 Mencari Artikel Search
  

E-Majalah Indonesia

Majalah e-Indonesia

Info Komputer Online

NetSains

CHIP Online

BisKom

DepKomInfo

INNOTECH

IlmuKomputer.Com

Berita IPTEK Online

  
 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Inovasi Pendidikan Baru
  
Inovasi Pendidikan

  
 Berita Penerbangan
  
Pendidikan Penerbangan

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Open source di pemda terancam molor
By admin
Monday, October 26, 2009 13:03:00 Clicks: 833 Send to a friend Print Version
Senin, 26/10/2009 13:03 WIB

Open source di pemda terancam molor
oleh : Roni Yunianto

JAKARTA (Bisnis.com): Program pemerintah pusat mewajibkan penggunaan peranti lunak berbasis open source (sumber terbuka) di suluruh instansi pemerintah (pusat dan daerah) terancam molor.

Onno W. Purbo, Pakar Telematika dan penggiat open source,� mengatakan pada setiap pertemuan instansi, dari pemerintah daerah mengatakan mereka sangat mendukung dan sudah menggunakan software open source, namun kenyataannya sebaliknya.

Ketika dilakukan peninjauan langsung ke lapangan, tidak sedikit instansi pemerintah daerah di Pulau Jawa yang mengaku sudah menggunakan software open source ternyata masih menggunakan sistem operasi dari vendor tertentu, ujarnya di sela-sela pembukaan GCOS di Sangri-La Hotel Jakarta, hari ini.

Program menggalakkan penggunaan software open source di instansi pemerintahan memiliki beberapa tujuan, salah satunya menekan penggunaan produk bajakan.

Sistem operasi Windows keluaran Microsoft merupakan software yang paling banyak di bajak dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya di kantor instansi pemerintah pusat maupun daerah.

Penggunaan piranti lunak berbasis open source juga diharapkan bisa meningkatkan pangsa industri kreatif di Indonesia dan menumbuhkan iklim usaha telematika.

Menjadi pengusaha open source tidak memerlukan modal besar seperti manufaktur. Pasar open source perlu diperbesar untuk meningkatkan peluang usaha, ujar Lolly Amalia Abdullah, Direktur Direktorat Telematika dan Aplikasi Departeman Komunikasi dan Informatika.

Lolly mengakui masih banyak instansi pemerintah khususnya di daerah yang belum menyadari pentingnya hal ini. Namun pihaknya optimistis penerapan open source di pemerintahan tidak akan molor.
Masih ada dua tahun untuk meningkatkan edukasi, tambahnya. (sut)

Sumber: Bisnis.Com
http://web.bisnis.com/gcos/1id143528.html
 
More Berita Teknologi (TIK) Berita
. Pengusaha Warnet mulai Naikkan tarif
. Bogor Jadi Tuan Rumah Konferensi Pengembangan Linux BlankOn Pertama di Dunia 2009 20-25 Juni
. Siaran Televisi Digital Indonesia Siap Dinikmati
. Onno W. Purbo: Pemerintah Harus Lebih Tegas Ke Vendor
. Seluruh Kalimantan Terjangkau Internet
. Software Rp 10 M Tanpa Tender, Uang Ditransfer ke Sekolah
. Hanya 20 Persen Mahasiswa UT yang Belajar Online
. Era Surat Kabar Digital
. Dibalik Pesona Linux
. 2009, Semua Kecamatan di Bekasi Online
 BERITA TEKNOLOGI (TIK)
Pengusaha Warnet mulai Naikkan tarif
Open source di pemda terancam molor
Bogor Jadi Tuan Rumah Konferensi Pengembangan Linux BlankOn Pertama di Dunia 2009 20-25 Juni
Industri Kreatif TI akan Naik 20 Persen
Dibalik Pesona Linux
 POLLING
  
Topik Teknologi Yang Paling Menarik:
Audio Sound Systems
Radio dan Televisi
Komputer dan Internet
Program Komputer / OS
Teknologi Pendidikan

View Results
Other Poll

Votes: 842
Comments: 5
 Forum Dunia E-Media
Latest Post
Latest Response
 Saran/Chat/Info Online
  


  
 Pelayan/Alat Teknologi
  
Suplier Komputer

Internet Service Providers

Pelayam Teknologi Informasi

Software Komputer

  
 Majalah Teknologi
  

e-Indonesia

CHIP Online

INFO Komputer

Majalah Biskom

Majalah SDA Indonesia